Fish

Tuesday, 14 May 2013

FUNGSI-FUNGSI MANAJEMEN PENDIDIKAN

FUNGSI-FUNGSI MANAJEMEN PENDIDIKAN MAKALAH Di susun Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah : Dasar-dasar Manajemen Pendidikan Dosen Pengampu : Nur uhbiyanti M.Ag Disusun Oleh : Ahmad Bajuri (103211004) Nur Indah Wardani (103211039) Nurul Afifah (103211041) FAKULTAS TARBIYAH INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO SEMARANG 2011 FUNGSI MANAJEMEN PENDIDIKAN DALAM PENDIDIKAN I. PENDAHULUAN Pendidikan merupakan kebutuhan bagi setiap mahluk yang bernyawa, terutama manusia. Ilmu pada diri seseorang bagaikan kertas putih ketika di adakan, suatu ketika akan kusam karena tidak di isi dengan ilmu yang bermanfaat, maka akan mengantarkan pada manusia itu kelak pada kehancuran dan kekosongan. Suatu dorongan pengetahuan pembelajaran dalam dasar-dasar manajemen yaitu mengetahui fungsi-fungsinya, karena di dalam fungsi-fungsi manajemen terdapat beberapa hal diantaranya yaitu dengan adanya perencanaan, prosespenyusunan sesuatu yang akan dilaksanakan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Pelaksanaan tersebut dapat disusun dengan mudah dan tepat sasaran, demikian pula dengan pelaksanaan pengajaran, yang direncanakan harus sesuai dengan target pendidikan. Oleh karena itu, proses pelaksanaan manajemen mempunyai tugas-tugas yang harus dilaksanakan yang disebut dengan fungsi-fungsi manajemen. Berkaitan dengan masalah tersebut, pemakalah akan memaparkan tentang fungsi-fungsi manajemen dalam pendidikan. II. RUMUSAN MASALAH 1. Apa maksud dari fungsi manajemen pendidikan? 2. Apa fungsi-fungsi manajemen dalam pendidikan? III. PEMBAHASAN A. Maksud dari fungsi-fungsi manajemen pendidikan Fungsi adalah jabatan, kedudukan, peranan, kegunaan atau manfaat. Adapun manajemen pendidikan adalah proses untuk menyelenggarakan dan mengawasi pendidikan. Jadi pengertian fungsi manajemen pendidikan adalah peranan proses keseluruhan, kegiatan bersama dalam bidang pendidikan yang meliputi: perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengawasan dan pembiayaan dengan menggunakan atau memanfaatkan fasilitas yang tersedia, baik personil, materiil, maupun spiritual untuk mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien. B. Fungsi-fungsi manajemen dalam pendidikan Para tokoh manajemen berbeda pendapat dalam menentukan fungsi-fungsi, penggunaan istilah, maupun bagian-bagian apa saja yang harus ada dalam manajemen. Para tokoh bekerja, filsafat hidup dan pesatnya dinamika kehidupan yang mengiringinya, seperti cepatnya kemajuan informasi, teknologi, dan media. Mengenai fungsi-fungsi manajemen, secara umum dapat dirumuskan sebagai berikut, yaitu: perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengorganisasian, komunikasi dan pengendalian. 1) Perencanaan (Planning) Perencanaan adalah proses kegiatan rasional dan sistematik dalam menetapkan keputusan, kegiatan atau langkah-langkah yang akan dilaksanakan dikemudian hari dalam rangka usaha mencapai tujuan secara efektif dan efisien. Istilah perencanaan mempunyai bermacam-macam pengertian, diantara menurut Burhanuddin yaitu perencanaan merupakan suatu proses kegiatan pemikiran yang sistematis mengenai apa yang akan dicapai, kegiatan yang harus dilakukan, langkah-langkah, metode, pelaksanaan yang dibutuhkan untuk menyelenggarakan kegiatan pencapaian tujuan yang dirumuskan secara rasional dan logis serta berorientasi kedepan. Perencanaan juga bisa diartikan sebagai penetapan tujuan, policy, prosedur, budget, program dari suatu organisasi. Perencanaan merupakan fungsi yang paling awal dari keseluruhan fungsi manajemen sebagaimana banyak dikemukakan oleh para ahli. Perencanaan meliputi beberapa hal, antara lain: a) Penetapan tujuan-tujuan dan maksud organisasi. b) Perkiraan lingkungan (sumber-sumber dan hambatan) dalam tujuan-tujuan dan maksud itu harus dicapai. c) Penentuan pendekatan yang akan mencapai tujuan-tujuan dan maksud tersebut. Sedangkan langkah-langkah dalam membuat perencanaan adalah: 1. Memandang proses sebagai rangkaian pertanyaan yang harus dijawab, yaitu meliputi: a. Apa (What) yaitu mengenai tujuan dan kegiatan yang akan dilaksanakan. b. Mengapa (Why) yaitu mengenai keperluan atau alasan suatu kegiatan dilaksanakan. c. Bagaimana (How) yaitu mencakup sistem dan tata kerja. d. Kapan (When) yaitu mencakup masalah waktu dan penetapan prioritas kegiatan. e. Siapa (Who) yaitu mengenai tenaga kerja. 2. Memandang proses sebagai masalah yang harus dipecahkan secara ilmiyah dan didasarkan pada langkah-langkah tertentu, seperti: a) Memilih sasaran (Tujuan) organisasi. b) Sasaran ditetapkan untuk setiap sub, unit organisasi, divisi, departemen, dan sebagainya. c) Program ditentukan dengan cara sistematik. Proses perencanaan meliputi: i. Merumuskan tujuan yang jelas/operasional ii. Mengidentifikasi dan menganalisis data terkait dengan masalah iii. Mengidentifikasi dan menganalisis alternatif pemecahan masalah iv. Mengomparasikan alternatif yang ditemukan, antara alternatif yang tepat guna, berhasil guna, dan praktis. v. Mengambil keputusan vi. Menyusun rencana kegiatan Ada beberapa aspek dalam perencanaan, yaitu: a. Senantiasa future oriented b. Disajikan untuk mencapai tujuan c. Sebagai usaha untuk menjabarkan kegiatan yang akan datang d. Kegiatan yang mengidentifikasikan sumber-sumber yang dapat menunjang pelaksanaan kegiatan e. Mempersiapkan sejumlah alternatif 2) Pengorganisasian Pengorganisasian merupakan lanjutan dari fungsi perencanaan dalam sebuah sistem manajemen. Pengorganisasian bisa dikatakan sebagai “urat nadi” bagi seluruh organisasi atau lembaga. Oleh karena itu, pengorganisasian sangat berpengaruh terhadap berlangsungnya suatu organisasi atau lembaga, termasuk organisasi didalamnya lembaga pendidikan.organisasi adalah wadah, tempat atau sistem untuk melakukan kegiatan bersama dalam mencapai tujuan yang di inginkan. Sedangkan pengornanisasian proses pembentukan wadah, tempat atau sistem dan penyusunan anggota dalam bentuk struktur organisasi untuk mencapai tujuan organisasi. Pengorganisasian manyarakat pembagian tugas, wewenang dan tanggung jawab yang terperinci menurut bidang-bidang dan batas-batas kewenangannya. Pengorganisasian berarti menciptakan suatu struktur dengan bagian-bagian yang terintegrasi sehingga mempunyai hubungan yang saling mempengaruhisatu sama lain. Menurut pendapat Nanang Fattah, pengorganisasian merupakan proses pembagian kerja kedalam tugas-tugas yang lebih kecil, memberi tugas-tugas tersebut kepada orang-orang yang mempunyai keahlian dan mengalokasikan sumber daya, serta mengkoordinasikannya dalam rangka evektifitas pencapaian tujuan organisasi. Dari pendapat tersebut, dapat ditunjukkan bahwa pengorganisasian adalah suatu kegiatan pengaturan atau pembagian pekerjaan yang dialokasikan kepada sebagian kelompok orang atau karyawan yang dalam pelaksanaanya diberikan tanggung jawab dan wewenang, sehingga tujuan organisasi tersebut dapat tercapai secara efektif, efisien, dan produktif. Pendidikan dapat berjalan dengan baik bila semua anggota organisasinya dapat bekerja sama dengan baik. Dengan demikian perlu adanya pembagian tugas yang jelas antara kepala sekolah, staf pengajaran, pegawai administrasi, komite sekolah beserta siswa dan wali muridnya. Sedangkan menurut George R. Terry, pengorganisasian adalah menyusun hubungan prilaku yang efektif antar personalia, sehingga mereka dapat bekerja sama secara efisien dan memperoleh keputusan pribadi dalam melaksanakan tugas-tugas dalam situasi lingkungan yang ada guna mencapai tujuan dan sasaran tertentu. Unsur-unsur dasar membentuk sebuah organisasi: 1. Adanya tujuan bersama yang dirumuskan dalam visi, misi, target, dan tujuan. 2. Adanya kerjasama antara dua orang atau lebih 3. Adanya pembagian tugas 4. Adanya kehendak untuk bekerja sama Tujuan dan Manfaat Organisasi: Pendidikan sebagai sebuah organisasi harus dikelola sedemikian trupa agar aktifitas pelaksanaan program pendidikan dapat berjalan dengan efektif, efisien, dan produktif untuk mencapai tujuan yang di inginkan diantara tujuan tersebut adalah: 1. Mengatasi keterbatasan kemampuan,kemauan, dan sumber daya yang dimiliki 2. Terciptanya efektifitas dan efesiensi organisasi 3. Dapat menjadi wadah pengembangan potensi dan spesialisasi yang dimiliki 4. Dapat menjadikan ilmu pengembangan 3) Pergerakan (Actuating) Pergerakan (Actuating) adalah salah satu fungsi manajemen yang berfungsi merealisasikan hasil prencaaan dan pengornasisan actuating adalah upaya untuk menggerakan mengatahkan tenaga kerja (Man Power) serta mendayakan fasilitas yang ada yang digunkan untuk melaksanakan pekerjaan secara bersama. Actuating dalam organisasi juga diartikan sebagai keseluruhan proses pemberian motif pekerja kepada para bawahan sedemikian rupa sehingga mereka bersedia bekerja secara sungguh-sungguhdemi tercapainya suatu oganisasi. Fungsi pergerakan ini menempati posisi yang penting dalam merealisasikan segenap tujuan organisasi. Pergerakan mencakup didalamnya adalah kepemimpinan motivasi komunikasi dalam bentuk-bentuk lain dalam rangka mempengaruhi seseorang untuk melakukan sesuatu guna mencapai tujuan organisasi. Kepemimpinan berfungsi sebagai pemberi arah, komando, dan pemberi serta pengambilan keputusan organisasi. Motivasi berguna sebagai cara untuk menggerakkan agar tujuan organisasi tercapai. Sedangkan komunikasi berfungsi alat untuk menjalin hubungan dalam rangka fungsi pergerakan dalam organisasi. Pergerakan sangat terkait dengan penggunan berbagai sumber daya organisasi, oleh karenanya, kemampuan memimpin dapat memberi motivasi, berkomunisasi, menciptakan iklim dan budaya, organisasi yang kondusif menjadi fungsi pergerakan. 4) Pengawasan (controling) Pengawasan adalah proses pengamatan dan pengukuran suatu kegiatan opera sional hasil yang dicapai dibanding dengan standar yang telah ditetapkan sebelumnyadalam rencana. Pengawasan dilakukan dalam usaha menjamin bahwa semua kegiatan terlaksana sesuai dengan kebijaksanaan , setrategi, rencana dan pogram kerja yang telah di analisis, dirumuskan dan ditetapkan sebelumnya karena pengawasan sebagai sarana pengukuran dan koreksi pencapaian tujuan untuk menyakinkan bahwa semua kegiatan sesuai rencana. Pengawasan yang me merlukan langkah-langkah pengawasan, yaitu: 1. Menentukan tujuan standar kualitas pekerjaan yang diharapkan. Standar tersebut dapat berbentuk standar fisik, standar model, standar biaya, standar penghasilan, standar program, standar yang sifatnya, intangible dan tujuan yang realistis. 2. Mengukur dan menilai kegiatan-kegiatan atas dasar tujuan dan standar yang ditetapkan. 3. Memutuskan dan mengadakan tindakan perbaikan. Pengawasan berfungsi untuk mengatur tingkat efektivitas kerja personal dan tingkat efisiensipenggunaan metode dan alat tertentu dalam usaha mencapai tujuan organisasi sehingga pada hakikatnya pengawasan merupakan alat pengukuran terhadap efektivitas, efisiensi, dan produktivitas organisasi. Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa pengawasan mengandung aspek pengukuran, pengamatan, pencapaian tujuan, adanya alat atau metode tertentu, dan berkaitan dengan seluruh kegiatan yang telak dilaksanakan sebelumnya. 5) Komunikasi dan Komunikasi adalah suatu usaha yang dilakukan oleh pimpinan lembaga untuk menyebarluaskan inormasi yang terjadi di dalam maupun hal-hal di luar lembaga yang ada kaitannya dengan kelancaran tugas dalam mencapai tujuan bersama. Cara yang digunakan untuk media komunikasi dalam suatu lembaga dapat be rsifat lisan maupun tulisan. Wujudnya antara lain: 1. Memberi pengumuman yang ditempel di papan pengumuman atau secara lisan pada waktu rapat atau pada upacara bendera. 2. Dengan menerbitkan buletin yang memuat informasi “Berita Keluarga” ataupun kedinasan. 3. Dengan pertemuan rutin yang bersifat kekeluargaan maupun kedinasan. 6) Pengarahan Pengarahan adalah suatu usaha yang dilakukan oleh pimpinan untuk memberikan penjelasan, petunjuk, serta bimbingan kepada orang-orang yang menjadi bawahannya sebelum dan selama melaksanakan tugas. Cara-cara melakukan pengawasan yaitu dengan cara: 1. Mengadakan orientasi sebelum melakukan tugas 2. Memberikan petunjuk dan penjelasan mengenai tugas yang akan dilakukan 3. Memberikan kesempatan untuk berpartisipasi berupa pemberian sumbangan fikiran dan meningkatkan usaha bersama. 4. Mengikut sertakan pegawai dalam membuat perencanaan. 5. Memberikan nasihat apabila mengalami kesulitan dalam melaksanakan tugas IV. KESIMPULAN 1) fungsi manajemen pendidikan adalah peranan proses keseluruhan, kegiatan bersama dalam bidang pendidikan yang meliputi: perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengawasan dan pembiayaan. 2) Mengenai fungsi-fungsi manajemen, secara umum dapat dirumuskan sebagai berikut, yaitu: perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengorganisasian, komunikasi dan pengendalian. V. PENUTUP Demikianlah makalah yang dapat disusun oleh penulis. Semoga dapat memberikan manfaat kepada pembaca dan penulis sendiri. Dalam penyusunan makalah ini, penulis menyadari banyak kekurangan di dalamnya, oleh karena itu penulis sangat mengharap kritik dan saran yang membangun untuk perbaikan makalah yang selanjutnya, terutama dari Ibu Nur Uhbiyanti selaku dosen pengampu mata kuliyah Dasar-dasar manajemen pendidikan. Semoga makalah yang ringkas dan sederhana ini dapat memberikan manfaat. Aamiin DAFTAR PUSTAKA Arikunto, Suharsini. Manajemen Pendidikan, Yogyakarta: Aditya Media, 2008 Cet II. Hidayat, Ara. Pengelolaan Pendidikan, Bandung: Pustaka Educa, 2010. Mulyono, Manajemen Administrasi dan Organisasi Pendidikan, Jogyakarta: AR-ruzz Media Group, 2009. Purwanto, Muhammad Ngalim. Administrasi dan Supervisi Pendidikan, Bandung: Remaja Rosda Karya, 2010.

No comments:

Post a Comment